PENGEMBANGAN DISIPLIN SISWA DI SEKOLAH

Image(YUSI RIKSA YUSTIANA – PPB FIP UPI)

Pada saat kita datang ke suatu sekolah melihat para siswa berpakaian seragam
dengan rapih, ruangan kelas dan halaman sekolah yang bersih, suasana pembelajaran
hening yang terdengar hanya suara guru yang menjelaskan karena semua siswa nampak
menyimak. Sesekali ada siswa yang mengacungkan tangan mengajukan pertanyaan
dengan santun. Pada saat bel berbunyi tanda berganti pelajaran semua siswa tetap di
dalam kelas, siswa mengobrol dengan teman satu bangku dan atau teman pada bangku
lain dengan suara pelan sehingga tidak mengganggu yang lain, ada siswa yang
menghapus papan tulis, beberapa siswa nampak mendiskusikan tugas sekolah, dan pad
asaat guru masuk semua langsung kembali ke bangku masing-masing, serentak memberi
salam dan menyimak paparan guru. Bel berikutnya berbunyi tanda jam istirahat, siswa
secara tertib keluar dari kelas, beberapa siswa duduk di bangku taman, beberapa yang
lain mengeluarkan bekal dari rumah dan menikmati bekal bersama-sama sambil berbagi
atau bertukar makanan, beberapa lainnya lagi membeli makanan dikantin, dan ada pula
beberapa siswa yang mengambil bola basket yang disediakan dalam keranjang di ujung
lapangan basket dan mulai bermain basket dengan gembira.
Apa yang ada pada benak kita jika melihat pemandangan seperti itu di sekolah ?,
ya, sekolah tersebut tertib atau anak-anak di sekolah tersebut disiplin. Bagaimana kita
dapat mendorong siswa untuk dapat berperilaku disiplin sehingga suasana sekolah tertib,
aman dan nyaman untuk proses pembelajaran, dan pada ahirnya memfasilitasi siswa
mencapai hasil belajar yang optimal ?. Apakah hanya siswa yang perlu di dorong untuk
disiplin ?, bagaimana mengembangkan budaya disiplin sebagai budaya sekolah ?. Mari
kita mulai pembahasan dengan apa sebenarnya disiplin.
A. Pengertian Disiplin
Disiplin pada dasarnya kontrol diri dalam mematuhi aturan baik yang dibuat oleh diri
sendiri maupun diluar diri baik keluarga, lembaga pendidikan, masyarakat,bernegara
maupun beragama. Disiplin juga merujuk pada kebebasan individu untuk tidak
bergantung pada orang lain dalam memilih, membuat keputusan, tujuan, melakukan
perubahan perilaku, pikiran maupun emosi sesuai dengan prinsip yang diyakini dari
aturan moral yang anut. Dalam perpektif umum disiplin adalah perilaku sosial yang
bertanggungjawab dan fungsi kemandirian yang optimal dalam suatu relasi sosial yang
berkembang atas dasar kemampuan mengelola/ mengendalikan, memotivasi dan
idenpendensi diri.
Pengertian disiplin terkait dengan dua karakteristik. Pertama cara berpikir tentang
disiplin dan kedua disiplin terkait dengan multi dimensi yang berhubungan dengan
pikiran, tindakan dan emosi. Implikasinya sering terjadi pembahasan yang tumpang
tindih atara disipilin dengan fungsi kematangan individu yang lain seperti komptensi,
kemandirian, dan pengendalian diri. Kata kunci berbicara disiplin adalah aktifm merujuk
pada fungsi independensi dalam pengembangan diri, mengelolaan diri dan perilaku serta
tindakan atas dasar keputusan sendiri.
Seseorang dengan karakteristik disiplin yang sehat adalah orang yang mampu
melakukan fungsi psikososial dalam berbagai seting termasuk : (1) kompetensi dalam
bidang akademik, pekerjaan dan relasi sosial; (2) pengelolaan emosi dan mengontrol
perilaku-perilaku yang impulsif; (3) kepemimpinan; (4) harga diri yang yang positif dan
identitas diri. Disiplin dapat diukur atau dapat diobservasi baik secara emosional maupun
tampilan perilaku. Disiplin berfungsi menyeimbangkan antara indenpensi, tindakan yang
percaya diri dan hubungan positif positif dengan orang lain agar perkembangan dan
mampu menyesuaikan diri secara optimal.

B. Perkembangan Disiplin
Perilaku disiplin berkembang pada individu, implikasinya dapat dilakukan intervensi
sehingga terfasilitasi proses perkembangan disiplin dan dapat dicapai kematangan.
Perkembangan disiplin dipengaruhi oleh :
1. pola asuh dan kontrol yang dilakukan oleh orang tua (orang dewasa) terhadap
perilaku.
Pola asuh orang tua mempengaruhi bagaimana anak berpikr, berperasaan dan
bertindak. Orang tua yang dari awal mengajarkan dan mendidik anak untuk
memahami dan mematuhi aturan akan mendorong anak untuk mematuhi aturan.
Pada sisi lain anak yang tidak pernah dikenalkan pada aturan akan berperilaku
tidak beraturan.
2. pemahaman tentang diri dan motivasi
Pemahaman terhadap siapa diri, apa yang diinginkan diri dan apa yang dapat
dilakukan oleh diri sendiri agar hidup menjadi lebih nyaman, menyenangkan,
sehat dan sukses membuat individu memebuat perencanaan hidup dan emmatuhi
perencanaan yang dibuat.
3. hubungan sosial dan pengaruhnya terhadap individu
Relasi sosial dengan individu maupun lembaga sosial memaksa individu
memahami aturan sosial dan melakukan penyesuaian diri agar dapat diterima
secara sosial. Jika dalam suatu masyarakat berkembang budaya bersih tentu akan
sangat tidak nyaman manakala kita membuat sampah sembarang dan semua orang
melihat kita menyatakan keheranan dan menunjukkan bahwa perilaku yang
dilakukan adalah salah.
C. Upaya Membantu Siswa Mengembangkan Disiplin
Sekolah adalah institus yang memiliki kewenangan untuk membuat peserta didik
belajar mengembangkan perilaku yang sehat, salah satunya adalah disiplin. Proses
pendidikan dan pembelajaran yang dapat dilakukan disekolah untuk mengembangkan
disiplin peserta didik sebagai berikut.
1. Mengembangkan pikiran dan pemahaman serta perasaan positif siswa tentang
tentang manfaat disiplin bagi perkembangan diri
Mengembangkan keterampilan diri (life skill) siswa agar memiliki disiplin
2. Mengembangkan pemahaman dan perasaan positif siswa tentang aturan dan
manfaat mematuhi aturan dalam kehidupan
3. Mengembangkan kemampuan siswa menyesuaikan diri secara sehat
4. Mengembangkan kemampuan siswa untuk mengembangkan kontrol internal
terhadap perilaku sebagai dasar perilaku disiplin
5. Menjadi modeling dan mengembangkan keteladanan
6. mengembangkan sistem dan mekanisme pengukuhan positif maupun negatif
untuk penegakan disiplin di sekolah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close