SUAMI BIJAKSANA

Sepasang insan muda menikah pada usia 27 tahun, istri nya pun berumur  24 tahun. Mereka menikah dengan kondisi tak sirestui oleh pihak keluarga istri, namun dari keyakinan hati mereka berdua untuk segera menikah dalam usia muda, suami nya pun siap untuk menikahi istri dengan mas kawin sepasang Alat Shalat dan sebuah cincin. Akad nikah pun berjalan lancar dengan dihadiri Kedua Orang tua dari laki-laki dan adik nya, namun dari pihak istri pun dihadiri oleh Adik nya. 

2 tahun berlalu istri nya mengandung anak pertama, dan 9 bulan lama nya ia mengandung. pada saat istri nya mau melahirkan suami nya pun sedang tidak mempunyai uang untuk biaya persalinan istri nya, suami nya pun kebingungan mencari uang untuk membiayai proses persalinan istri nya. Istri nya pun sambil meringis kesakitan berkata sambil menunjukan cincin di jari manis nya “Papa, jual saja ini cincin pernikahan kita, apabila kita mendapatkan rizki lagi semoga cincin itu bisa kembali lagi”. Suami berkata “mamah yakin mau menjual cincin Pernikahan kita?” akhirnya suami nya pun pergi ke suatu tempat perhiasan untuk menjual cincin pernikahan nya itu. Sesampai nya disana suami nya pun berkata kepada seseorang untuk menjual cincin pernikahan nya, namun suami nya pun menitip pesan “pada suatu saat nanti saya mohon jangan jual cincin ini” Saya minta 3 bulan kedepan saya akan beli cincin ini lagi. Dan akhir nya jabang bayi pun lahir dengan selamat dengan wajah yang mirip ibu, dan mata mirip ayah nya.

1 tahun kedepan Istri nya 2 hari lagi ber ulang tahun, saat itu suami mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan swasta, Pada saat itu suami pulang kerja, ia baru saja mendapatkan gaji dari hasil kerja nya, ia ingin memberi hadiah pada hari ulang tahun Istri nya. Ia pergi ke suatu tempat Perhiasan, ia ingin membeli Cincin pernikahan nya kembali, karena pada saat ia nikah bersama istri nya cincin yang digunakan buat nikah nya tuh di jual untuk membiayai proses kelahiran anak nya. Suami nya pun kembali mengunjungi tempat perhiasan itu, dengan kondisi yang bahagia karena ia akan mendapatkan kembali tanda ikatan suami istri. Ia dengan terburu-buru nya pun langsung menanyakan kepada seseorang yang berada di tempat perhiasan tersebut, ia menanyakan “saya mau membeli cincin pernikahan saya, yang 7 bulan lalu saya jual disini” dengan lantang suami berkata. dan kebetulan cincin pernikahan nya pun masih tersimpan rapih dalam kotak kecil berwarna merah. Suami itu pun riang dengan membawa kotak merah yang berisi cincin nya dan suami itu ingin membuat surprise pada ulang tahun istri nya.

Dengan keadaan yang bahagia dan riang suami itu keluar dari tempat perhiasan yang ia beli itu dengan berlari karena sudah tidak sabar lagi untuk meberikan kepada istri nya. Namun dengan keguguhan hati nya ingin segera berjumpa dengan sang istri suami itu tidak melihat kedepan dengan berlari nya itu dia selalu melihat cincin yang dibawa nya. Tak disengaja dari arah kanan suami itu keluar dari tempat ia beli perhiasan motor berlaju dengan kencang menyerempet suami tersebut dengan kencang dan cincin nya pun terbang dengan kotak merah nya jauh ke sebrang jalan sana, dengan arah yang berlawanan dengan kencang pula mobil Truck gandengan berlaju dengan kencang dan cincin itu pun jatuh tepat pada ban depan mobil tersebut, suami itu terkejut ketika cincin pernikahan nya itu terbelah dua terlindas mobil itu. Suami pun langsung berdiri dan memberhentikan semua kendaraan yang berada tengah-tengah jalan itu. Semua orang pun melihat nya. Dengan kondisi yang terbelah dua cincin tersebut dibawa dalam plastik kresek. Dan suami itu merenungkan dengan keteledoran dia “suatu yang kecil akan mengakibatkan suatu yang besar”.Suami itu menagis ketika melihat cincin pernikahan nya rusak.

Pada saat sampai di rumah istri nya senang karena sang suami baru saja mendapatkan gaji pekerjaan nya, dengan penuh gembira istri nya pun memeluk lalu membawa kan tas suami nya. Dengan kondisi yang lemes, lesu, letih, lemah, sambil memegang sebuah kantong kresek hitam. Istri nya pun bertanya kepada suami nya “Papa, apa itu yang di kantong kresek hitam?”. Suami pun menjawab dengan ragu-ragu dan gemeteran. “mmmm…selamat ulang tahun mama.. maaf mama, bapa..bapa..bapa..hanya memberi ucapan saja dan papa minta maaf yang dikantong kresek ini adalah cincin pernikahan kita” sambil menunjukan kantong kresek hitam nya. Istri nya pun melihat dengan terkejut nya saat melihat cincin pernikahan nya itu terbelah dua. Dan tidak disadari air mata istri nya pun mengalir begitu saja.

1 hari kemudian saat suami pulang kerja istri nya memesan nasi goreng buat makan malam nya. Suami itu pun hanya mempunyai uang 10.000 Rupiah untuk ongkos dari tempat kerja sampai ke rumah, dan akhir nya suami itu mebela untuk makan istri nya ia jalan kaki dari tempat kerja nya ke rumah kediaman nya se jauh 5 kilo, ditengah perjalanan ia membeli nasi goreng dengan seharga 8.000. pada saat itu sisa uang 2.000, karena suami itu kecapean suami itu mebeli sebotol air minum Dan ia istirahat sambil minum. Istri nya pun menunggu suami nya pulang kareana ia sudah lapar menunggu nya. Ketika sampai dirumah nya suami nya langsung meberikan nasi goreng yang dibeli nya, padahal ia sendiri belum makan. Namun suami itu sangan bikajsana ia ga mau istri nya itu kelaparan, biarkan saja saya yang kelaparan itu prinsip suami tersebut. “Keluarga ku sederhana namun Istimewa buatku” kata terakhir untuk itri nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close