STOP PACARAN, SEGERA PESAN UNDANGAN

STOP PACARAN, SEGERA PESAN UNDANGAN

 

Euis Farida

ABSTRAK

 

Dalam rentang kehidupan (life span) individu ada masa yang paling menggairahkan yaitu pada saat tahapan perkembangan (developmental stage) senescence dimana komponen dasar kepribadian mencapai ego integrity. Pada masa ini, individu berjuang untuk mempersiapkan pernikahan dan pekerjaan. Dua hal ini akan sangat menentukan kebahagiaannya kelak di masa dewasa yang panjang. Untuk sampai ke masa ini, individu melewati masa remaja yang penuh gejolak. Masa remaja adalah masa yang paling menentukan dalam pembentukan kepribadian individu. Bagi sebagian orang yang baru berangkat dewasa bahkan yang sudah melewati usia dewasa, remaja adalah waktu yang paling berkesan dalam hidup mereka. Kenangan saat remaja merupakan kenangan yang tidak mudah dilupakan, sebaik atau seburuk apapun pengalaman itu. Pada masa remajalah terjadi perubahan-perubahan yang sangat berarti dalam segi fisiologis, emosional, sosial, dan intelektual. Stanley Hall (Hurlock, 1973: 113) menyebut masa remaja sebagai masa new birth dan storm and stress. Pada masa remaja akan ditemukan seorang yang seolah-olah baru terlahir karena banyaknya perubahan terutama pada segi fisik. Selanjutnya dikemukakan bahwa remaja dihadapkan pada tantangan-tantangan, kekangan-kekangan yang dapat membuat remaja merasa bingung. Lebih jauh lagi remaja tersebut digambarkan seperti orang yang tidak menentu, emosional, tidak stabil, dan sukar diramalkan. Perubahan fisik pada remaja, terutama organ-organ seksual mempengaruhi berkembangnya emosi atau perasaan-perasaan dan dorongan-dorongan yang baru di mana  sebelumnya tidak pernah di alami, seperti perasaan cinta, rindu, dan keinginan untuk berkenalan lebih intim dengan lawan jenis, yang sering disebut dengan istilah pacaran. Perasaan dan dorongan tersebut seringkali menjadi masalah besar yang membawa malapetaka bagi perkembangan remaja selanjutnya. Oleh karena itu, perlu bimbingan perkembangan untuk mempersiapkan diri menghadapi pernikahan dan berkeluarga. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling, yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional, remedial, klinis, dan terpusat pada konselor, kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif, yaitu pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling), atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). Pelayanan bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan, pengembangan potensi, dan pengentasan masalah-masalah remaja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close