Quantum Teaching

 

 

A. Model Pembelajaran Quantum Teaching

1. Sejarah Munculnya

Model pembelajaran Quantum Teaching muncul di Super Comp, sebuah program percepatan Quantum Learning yang ditawarkan Learning Forum. Learning Forum adalah sebuah perusahaan pendidikan internasional yang menekankan perkembangan keterampilan akademis dan keterampilan pribadi (De Porter, 1992). Selama dua belas hari (menginap), siswa-siswa mulai usia 9 tahun sampai 24 tahun memperoleh kiat-kiat yang membantu mereka dalam mencatat, menghafal, membaca cepat, menulis, berkreatifitas, berkomunikasi dan membina hubungan serta kiat-kiat yang meningkatkan kemampuan mereka menguasai hal-hal dalam kehidupan. Hasilnya menunjukkan bahwa murid-murid yang mengikuti Super Comp mendapatkan nilai yang lebih baik, lebih banyak berpartisipasi, dan lebih bangga akan diri mereka sendiri (Vos Groenendal).

 

2. Asas Utama Metologi Quantun Teaching

Quantun Teaching bersandar pada konsep ini; “bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”. Artinya bahwa pentingnya bagi seorang guru memasuki dunia murid sebagai langkah pertama. Alasannya adalah karena tindakan ini akan memberikan ijin untuk memimpin, menuntun, dan memudahkan perjalanan siswa menuju kesabaran dan ilmu pengetahuan yang lebih luas. Caranya, dengan mengaitkan apa yang guru ajarkan dengan sebuah peristiwa, pikiran, atau perasaan yang diperoleh dari kehidupan rumah, social, atletik, musik, seni, rekreasi atau akademis mereka. Setelah kaitan ini terbentuk, guru dapat membawa mereka kedalam dunianya serta memberi pemahaman akan isi dunia itu. Sehingga siswa dapat membawa apa yang mereka pelajari ke dalam dunianya dan mnerapkannya pada situasi baru.

 

3. Prinsip-prinsip Quantun Teaching

Quantun Teaching memiliki lima prinsip atau kebenaran tetap;

a. Segalanya berbicara

Segalanya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh, kertas yang guru bagikan hingga rancangan pelajaran, semua mengirim pesan tentang pelajaran.

b. Segalanya bertujuan

Semua yang terjadi dalam pengubahan anda mempunyai tujuan.

c. Pengalaman sebelum pemberian nama

Proses belajar paling efektif terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari.

d. Akui setiap usaha

Setiap mengambil langkah, siswa patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka.

e. Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan

Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar. ini merupakan sarana pelajar juara.

 

B. Efektifitas Quantum Teaching Dalam Pembelajaran

Quantun Teaching mencakup petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, merancang kurikulum, menyampaikan isi dan memudahkan proses belajar. Cara-cara belajar dalam Quantun Teaching dapat meningkatkan;

1. Partisipasi dengan menggubah (mengorkestrasi) keadaan

2. Motivasi dan minat dengan menerapkan kerangka rancangan (TANDUR)

3. Rasa kebersamaan dengan menggunakan delapan kunci keunggulan

4. Daya ingat dengan menggunakan SLIM-n-BILL

5. Daya dengan anak didik anda dengan mengikuti prinsip-prinsip komunikasi ampuh

6. Kehalusan transisi dengan MPT

Masih banyak strategi lain yang akan dapat menempatkan guru dan siswa pada jalur cepat dan semua itu menuju kesuksesan belajar. Prinsip-prinsip ini mempengaruhi seluruh aspek Quantun Teaching yang dianggap sebagai struktur chord dasar dan simponi belajar, sekaligus menjadi infrastruktur bagi model pembelajaran guru.

Quantum teaching memodelkan filosofi pengajaran dan strateginya dengan “Maestro”. sekilas dapat dipaparkan mengenai metode TANDUR dalam menerapkan quantum teaching dan maknanya.

Tumbuhkan, tumbuhkan minat dengan memuaskan “Apakah manfaatnya bagiku” (AMBAK), dan manfaatkan kehidupan prlajar.

Alami, ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar.

Namai, sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi, sebuah “Masukan”.

Demonstrasikan, sediakan kesempatan bagi pelajar untuk “Menunjukan bahwa mereka tahu”.

Ulangi, tunjukan pelajar cara-cara mengulang materi dan menegaskan, “Aku tahu bahwa aku memang tahu ini”.

Rayakan, pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan.

 

 

C. Petunjuk Pelaksanaan Quantum Teaching

  1. Guru wajib memberi keteladanan sehingga layak menjadi  panutan bagi peserta didik, berbicaralah yang jujur, jadi pendengar yang baik dan selalu gembira (tersenyum).
  2. Guru harus membuat suasana belajar yang menyenangkan/kegembiraan. Disini berarti bangkitnya minat, adanya keterlibatan penuh, serta terciptanya makna, pemahaman (penguasaan atas materi yang dipelajari), dan nilai yang membahagiakan pada diri peserta didik.
  3. Lingkungan Belajar yang aman, nyaman dan bisa membawa kegembiraan:

a. Pengaturan meja dan kursi diubah dengan berbagai bentuk seperti bentuk U, lingkaran

b. Beri tanaman, hiasan lain di luar maupun di dalam kelas

c. Pengecatan warna ruangan, meja, dan kursi yang yang menjadi keinginan dan kebanggaan kelas

d. Ruangan kelas dihiasi dengan poster yang isinya slogan, kata mutiara pemacu semangat, misalnya kata: Apapun yang dapat Anda lakukan, atau ingin Anda lakukan, mulalilah. Keberanian memiliki kecerdasan, kekuatan, dan keajaiban di dalamnya.

  1. Guru harus memahami bahwa perasaan dan sikap siswa akan terlibat dan berpengaruh yang kuat pada proses belajarnya. Guru dapat mempengaruhi suasana emosi siswa dengan cara :

a. kegiatan-kegiatan pelepas stres seperti menyanyi bersama, mengadakan permainan, outbond dan sebagainya.

b. aktivitas-aktivitas yang menambah kekompakan seperti melakukan tour, makan bersama dan sebagainya.

c. menyediakan forum bagi emosi untuk dikenali dan diungkapkan yaitu melalui bimbingan konseling baik guru BK atau konselor maupun guru itu sendiri.

d. Memutar musik klasik ketika proses belajar mengajar berlangsung. Namun sekali-kali akan diputarkan instrumental dan bisa diselingi jenis musik lain untuk bersenang-senang dan jeda dalam pembelajaran.

 

Sikap guru kepada peserta didik :

ü  Pengarahan Apa manfaat materi pelajaran ini bagi peserta didikdan tujuan

ü  Perlakukan peserta didik sebagai manusia sederajat

ü  Selalu menghargai setiap usaha dan merayakan hasil kerja peserta didik

ü  Memberikan stimulus yang mendorong peserta didik

ü  Mendukung peserta 100% dan ajak semua anggota kelas untuk saling mendukung

ü  Memberi peluang peserta didik untuk mengamati dan merekam data hasil pengamatan, menjawab pertanyaan dan mempertanyakan jawaban, menjelaskan sambil memberikan argumentasi, dan sejumlah penalaran.

 

Terapkan 8 kunci keunggulan ini kedalam rencana pelajaran setiap hari. Kaitkan kunci-kunci ini dengan kurikulum.

  1. Integritas: Bersikaplah jujur, tulus, dan menyeluruh. Selaraskan nilai-nilai dengan perilaku Anda
  2. Kegagalan Awal Kesuksesan: Pahamilah bahwa kegagalan hanyalah memberikan informasi yang Anda butuhkan untuk sukses
  3. Bicaralah dengan Niat Baik: Berbicaralah dengan pengertian positif, dan bertanggung jawablah untuk berkomunikasi yang jujur dan lurus. Hindari gosip.
  4. Hidup di Saat Ini: Pusatkan perhatian pada saat ini dan kerjakan dengan sebaik-baiknya
  5. Komitmen: Penuhi janji dan kewajiban, laksanakan visi dan lakukan apa yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan
  6. Tanggung Jawab: Bertanggungjawablah atas tindakan Anda.
  7. Sikap Luwes dan Fleksibel: Bersikaplah terbuka terhadap perubahan atau pendekatan baru yang dapat membantu Anda memperoleh hasil yang diinginkan.
  8. Keseimbangan: Jaga keselarasan pikiran, tubuh, dan jiwa Anda. Sisihkan waktu untuk membangun dan memelihara tiga bidang ini.

 

Guru yang seorang Quantum Teacher mempunyai ciri-ciri dalam berkomunikasi yaitu:

  1. Antusias : menampilkan semangat untuk hidup
  2. Berwibawa : menggerakkan orang
  3. Positif : melihat peluang dalam setiap saat
  4. Supel : mudah menjalin hubungan dengan beragam peserta didik
  5. Humoris : berhati lapang untuk menerima kesalahan
  6. Luwes : menemukan lebih dari satu untuk mencapai hasil
  7. Menerima : mencari di balik tindakan dan penampilan luar untuk menemukan nilai-nilai inti
  8. Fasih : berkomunikasi dengan jelas, ringkas, dan jujur
  9. Tulus : memiliki niat dan motivasi positif
  10. Spontan : dapat mengikuti irama dan tetap menjaga hasil
  11. Menarik dan tertarik : mengaitkan setiap informasi dengan pengalaman hidup peserta didik dan peduli akan diri peserta didik
  12. Menganggap peserta mampu : percaya akan keberhasilan peserta didik
  13. Menetapkan dan memelihara harapan tinggi : membuat pedoman kualitas hubungan dan kualitas kerja yang memacu setiap peserta didik untuk berusaha sebaik mungkin 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close